1850

  1. Warisan dari ayah ke anak dan cucu.

    Ketika Arthur Guinnes II meninggal, pabrik bir diambil alih putranya Sir Benjamin Lee Guinnes. Sir Benjamin Lee menjadi anggota parlemen Kota Dublin dan juga sebagai Lord Mayor of Dublin.

  2. Menyegarkan belahan dunia lainnya.

    Ekspor pertama GUINNESS®ke Selandia Baru dilakukan.

  3. Merek dengan nama binatang melambangkan kualitas.

    Ekspor pertama GUINNESS© ke Asia Tenggara tercatat pada tahun ini. Label-label para distributor memberikan variasi dari simbol merek GUINNESS© termasuk di dalamnya label Kepala Anjing, Serigala, Pemukul Drum, dan Singa. Beberapa masih digunakan hingga saat ini.

  4. Black Velvet lahir di London.

    Sementara kota Dublin sedang bersedih karena meninggalnya Albert, Prince Consort, seorang penjaga bar di Brookes Club mendapat ide yang luar biasa. Menurut legenda yang terdengar, ia memutuskan bahwa sampanye pun harus turut berduka dan ia pun menambahkan Guinness Extra Stout ke dalam sampanye. Dengan cita rasa yang berbeda ini, ia telah menciptakan 'Black Velvet’—minuman yang sampai saat ini masih digemari.

  5. Logo The Harp mulai memainkan melodinya.

    Label bir ternama mulai diperkenalkan — sebuah label berbentuk oval dengan gambar Harpa dan tandatangan Arthur Guinness. The Harp terdaftar sebagai merek dagang pada tahun 1876.

  6. Kejayaan bisnis keluarga bertahan.

    Sir Benjamin Lee Guinness meninggal dunia dan putranya Edward Cecil mengambil alih perusahaan keluarga. Di bawah kepemimpinan Edward Cecil, pabrik menjadi dua kali lebih besar sehingga bisa memuat sebuah tempat penampung barel, gudang, pembuat malt, rumah penyimpanan tong, tempat penyimpanan untuk mesin-mesin fermentasi dan bahkan sistem jalur kereta internal.

  7. 'Segelas Sejarah Guinness'

    Sebuah iklan Guinness di Singapura dibuat untuk memperingati 138 tahun pertama dalam sejarah Guinnes.

  8. Hingga saat ini sebanyak 10% GUINNESS® dijual ke luar negeri.

  9. Menguasai sungai.

    GUINNESS® menugaskan armada kapal untuk mengangkut persediaannya melalui sungai Liffey .

  10. Investasi jangka pendek.

    GUINNESS© menjadi pabrik pembuat bir pertama yang didaftarkan sebagai perusahaan publik pada Bursa Efek London. Kini Guinness menjadi pabrik pembuatan bir terbesar di dunia dengan produksi tahunan sebesar 1,2 juta barel.

  11. World Traveller memulai perjalanan mereka.

    World Traveler GUINNESS© yang pertama ditunjuk untuk melaporkan kondisi pasar luar negeri di Amerika Utara dan Selatan, Afrika, Asia dan Australia.

  12. Stout, harapan & amal.

    Edward Cecil, ditunjukan menjadi Lord of Iveagh yang pertama dan membuat Dana Perwalian Guinness dan Iveagh untuk memberikan rumah bagi kaum miskin di Dublin dan London. Ia memberikan sumbangan yang cukup besar bagi Trinity College Dublin dan rumah sakit di daerah Dublin. Saudara laki-lakinya, Arthur membuat rancangan St. Stephen’s Green (taman kota) dan memberikannya secara cuma-cuma kepada masyarakat luas.

  13. "Masa percobaan"

    T.B. Case menjadi lulusan universitas sains pertama yang dipekerjakan di Pabrik Guinness. Perekrutan ini menjadi awal dari 'pembuatan bir secara ilmiah’ di St. James’ Gate.